CNN Mandiri Indonesia ~ Kasat Reskrim Polresta Malang, Kompol Tinton Yudha Riambodo membeberkan alasan mengenakan pasal pembunuhan berencana kepada tersangka.
Tersangka telah merencanakan pembuhuhan itu, sejak dua minggu sebelum kejadian. Tersangka menunggu timing yang tepat untuk melakukan aksinya itu,"ujar Tinton, Selasa (28/9/2021).
Tinton juga menjelaskan, palu yang digunakan untuk memukul kepada korban, telah dipersiapkan oleh tersangka beberapa hari sebelumnya.
Selain itu, tersangka juga sengaja melepas bagian kepala palu dari gagangnya. Untuk mempermudah akinya tersebut,"ungkapnya.
Dirinya juga menerangkan, pihaknya akan menggelar reka ulang (rekonstruksi) kasus pembunuhan tersebut dalam waktu dekat.
Hal itu dilakukan, untuk mencari fakta-fakta baru.
Disamping itu, juga untuk mempermudah Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam melakukan pembuktian di persidangan.
Seperti diketahui, tersangka Sofianto Liemmantoro alias Sofyan (56) membunuh istri sirinya yang bernama Ratna Darumi Soebagio (56) di rumah di Jalan Emprit Mas, RT 04 RW 07, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang pada Jumat (17/9/2021) malam.
Kasus ini baru ditangani polisi ketika anak korban, Bayu, berinisiatif melapor ke Polresta Malang Kota pada hari Minggu (19/9/2021).
Bayu curiga dengan luka di bagian kepala ibunya yang cukup parah.
Sebelumnya, kematian korban tidak dilaporkan ke polisi.
Meskipun sempat dibawa ke rumah sakit, Sofyan menolak untuk dilakukan visum.
Bahkan jenazah korban selanjutnya langsung dibawa ke tempat persemayaman Gotong Royong.
Tapi polisi yang menindaklanjuti laporan anak korban akhirnya menahan Sofyan dan melakukan autopsi jenazah.
Polisi juga mengumpulkan bermacam alat bukti hingga akhirnya Sofyan mengaku telah membunuh istri sirinya itu.