CNN Mandiri Indonesia

CNNMandiri situs prediksi togel jitu dari rumus togel terakurat seperti togel singapura, togel hk, prediksi togel sidney, dan angka togel sgp.

Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

21 Feb 2022

5 Sniper Paling Mematikan Sepanjang Sejarah

CNN Mandiri Indonesia ~ Dalam sejarahnya, sniper (penembak jitu) telah membuktikan diri sebagai mesin perang efektif. Tak hanya dalam tempur berhutan, kegarangan sniper telah mengubah medan perkotaan dan gurun pasir menjadi kawsan tempur yang sangat atraktif. Keefektifan peran sniper ini didukung oleh peralatan yang mempuni sehingga menajdikannya cukup lihai bermanuver membidik nyawa tergetnya. Berikut daftar penembak jarak jauh paling mematikan dalam sejarah.


1. Simo Hayha (Tentara Finandia)


Julukan : The White Dealth 

Jumlah korban : 705 pembunuhan yang dikonfirmasi (505 dengan senapan, 200 dengan senapan mesin ringan)

Senjata Andalan: Finladia M / 28-30 dalam 7,62 x 53mmR denfan Tanda Besi dan senapan mesin ringan Suomi KP/ 31.


Julukan The White Dealth yang disematkan untuk Simo Hayha bukalah sembarang julukan. Ia mendapatkan julukan tersebut karena semua aksinya dilakukan di saat musim salju berlangsung. Di saat orang normal kesulitan di saat musim salju, Simo Hayha, dengan tenang dan tepat, berhasil menjatuhkan ratusan orang dengan senapannya. Simo Hayha adalah tentara Finlandia yang berhasil membuat rekor 705 korban. Sebanyak 505 korban ia tembak menggunakan senapan, dan sisanya ditembak menggunakan sub-machine gun.


2. Carlos Norman Hathcock II (Tentara marinir Amerika Serikat)


Julukan : 'Lông Trung du Kich' ('White Feather Sniper') Jumlah korban : 93 Pembunuhan yang dikonfirmasi Senjata andalan : Winchester Model 70 in .30-06 with 8x Unertl scope


Perang Vietnam yang melibatkan Amerika Serikat dengan Vietnam berlangsung cukup lama dan melibatkan banyak pasukan. Selain Adelbert F. Waldron III dan Charles Benjamin Mawhinney, masih ada satu orang penembak jitu lagi yang turut ambil bagian dalam perang tersebut. Penembak tersebut adalah Carlos Norman Hathcock II. Diberi julukan White Feather, Carlos membukukan rekor 93 korban. Aksinya tersebut dianggap sangat merepotkan pihak lawan. Hal itu membuat dirinya mendapatkan nilai buruan sebesar USD30.000 bagi siapapun yang bisa membunuhnya.


3. Adelbert F. Waldron (Angkatan Darat dan Angkatan Laut AS)


Jumlah korban : 109 pembunuhan yang dikonfirmasi Senjata andalan : M-21 semi-otomatis di 7.62 NATO dengan cakupan ART Leatherwood 3-9x lulus ke 600 yard Di sebuah pasukan, pasti ada pembagian tugas untuk beberapa tentara. Ada yang maju paling depan, ada yang bertugas sebagai mata-mata, medis dan ada juga yang berperan sebagai penembak jarak jauh alias sniper. Seperti yang dialami oleh Adelbert F. Waldron III, dirinya mendapat tugas sebagai penembak jarak jauh.


Bertugas saat Perang Vietnam yang berlangsung dari 1955 sampai 1975, Waldron adalah sniper asal Amerika yang begitu ditakuti. Selama perannya sebagai sniper, total sudah 109 korban berhasil ia jatuhkan. Rekor ini tetap terus dipegang olehnya sampai tahun 2011 sebagai sniper Amerika dengan rekor korban paling banyak. 


4. Corporal Francis Pegahmagabow (Tentara Kanada)


Jumlah korban : 378 Pembunuhan yang dikonfirmasi, 300 lebih ditangkap Senjata andalan : Ross Rifle in .303 British dengan cakupan teleskopik Winchester A5 Perang Dunia I berlangsung pada 28 Juli 1914 sampai 11 November 1918. Perang ini dipicu oleh penembakan Archduke Franz Ferdinand. Seketika itu juga, terjadi konflik yang terjadi antara 2 kubu. Kubu pertama diisi oleh Jerman, Austria-Hungaria, Bulgaria, dan Kerajaan Ottoman. Kubu kedua diisi oleh Britania Raya, Perancis, Rusia, Italia, Romania, Jepang, dan Amerika.


Di perang tersebut, ada seorang tentara asal Kanada yang dianggap sebagai sniper paling efektif. Tentara tersebut bernama Francis Pegahmagabow. Catatan rekor yang ia miliki adalah 378 tentara Jerman berhasil dibunuh dan lebih dari 300 tentara berhasil ia tangkap. Atas perjuangannya, Pegahmagabow mendapatkan 3 medali militer. 


5. Lyudmila Pavlichenko (Tentara merah Uni Soviet)


Jumlah korban : 309 Pembunuhan yang dikonfirmasi Senjata andalan : Mosin-Nagant Model 1891 dalam 7,62 × 54mmR dengan lingkup 4x PE 

Pada Juni 1941, Pavlichenko adalah seorang gadis berusia 24 tahun saat Nazi Jerman menyerang Uni Soviet. Dia merupakan salah satu relawan pertama dan diminta untuk bergabung dengan infanteri dimana dia ditugaskan untuk Red Soldier Divisi infanteri ke-25. Dari sana ia menjadi salah satu dari 2.000 sniper wanita Soviet. Pengalaman pertamanya 2 kali membunuh dilakukan dekat Belyayevka menggunakan senapan Mosin-Nagant dengan PE 4. Selanjutnya selama konflik di Odessa, selama 2 setengah bulan dia sudah membunuh 187 musuh. Total korban Pavlichenkos selama Perang Dunia II tercatat 309 korban tewas.


Hallo Buat Kamu Yang Masih Ragu Buat Mencari Bandar Togel Online Terpercaya Buruan Yakinkan Pilihan Kamu Hanya Di Mandiri Togel Dan Anda hanya Tinggal klik link yang berikut ini www.togelmanto.com Tunggu Kapan Lagi, Buruan Daftar Ya, Salam JP


         

Post Top Ad

Your Ad Spot