CNN Mandiri Indonesia

CNNMandiri situs prediksi togel jitu dari rumus togel terakurat seperti togel singapura, togel hk, prediksi togel sidney, dan angka togel sgp.

Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

15 Feb 2022

Berikut Perbedaan Antara Covid-19, Flu dan Pilek?

 

CNN Mandiri Indonesia ~Hujan yang turun selama musim kemarau memicu peningkatkan kasus deman berdarah (DBD).


Demam, sakit kepala, neyeri tubuh, dan kelelahan adalah beberapa gejala penyakit ini.


Namun beberapa gejala itu juga sering dialami orang-orang yang terjangkit Covid-19, Flu atau bahkan pilek.


Lantas, bagaimana membedakan masing-masing penyakit tersebut?


Beberapa tanda, salah satunya perubahan gejala, dapat memberi beberapa petunjuk Meski begitu para ahli kesehatan memperingatkan bahwa hanya tes darah yang dapat menegakkan diagnosis.


Semua penyakit ini memiliki kesamaan, yaitu disebabakan oleh virus, Namun virus yang menjadi pemicu berbeda-beda.


Covid-19 disebabkan SARS-CoV-2 dari termasuk dalam klaster virus corona. Sementara itu, flu dipicu virus yang tergolong keluarga influenza.


Kasus Covid-19 flu dan pilek memiliki satu kesamaan, yaitu penularan yang terjadi melalui percikan cairan (droplet) pernapasan dari orang yang lebih dulu terinfeksi.


Perbedaan Lainnya


Covid-19


Infeksi virus corona SARS-CoV-2 dapat terjadi dengan atau tanpa gejala, tergantung pada varian yang memicu infeksi. Covid-19 adalah nama penyakit yang disebabkan oleh virus ini.


Covid-19 dapat muncul dalam tiga bentuk ringan, sedang, atau berat. Diagnosis dapat dibuat dengan pemeriksaan klinis dan tes laboratorium pada sempel yang diambil, terutama dari hidung.


Gejala yang paling umum pada awal pandemi pada tahun 2020 adalah batuk kering, demam, kelelahan, serta kehilangan indra penciuman dan perasa.


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mencantumkan gejala yang tidak umum dirasakan seperti sakit kepal, sakit tenggorokan, diare, mata merah, gatal dan ruam.


Sementara itu gejala parah ditandai dengan kesulitan bernapas, kehilangan mobilitas atau bicara, nyeri di dada dan disorientasi yang menyebabkan sulitnya berpikir atau mengingat sesuatu.


Sejauh ini sudah muncul lima variant of concern atau varian yang menyebabkan peningkatan penularan, yaitu Alfa, Beta, Gamma, Delta, dan Omicron.


Gejala utama varian Delta mirip dengan varian Alfa, seperti batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan, sumbatan hidung, pilek, sakit perut, dan manifestasi kulit.


Dalam kasus varian Omicron, gejala paling umum yang diidentifikasi adalah sakit tenggorokan, kelelahan, pilek, bersin, sakit kepala, dan nyeri pada bagian tubuh tertentu.


Gejala berupa kehilangan penciuman dan rasa menjadi jarang ditemukan pada kasus yang disebabkan varian yang paling menular ini.


Batuk yang tiba-tiba muncul dan terus-menerus, sesak napas, dan demam tinggi tetap menjadi gejala yang signifikan, selain diare dan kedinginan.


Memburuknya gejala covid-19 biasanya tidak secepat pada kasus demam berdarah.


Namun varian Omicron yang dianggap kurang berbahaya dibandingkan varian lainnya dapat menyebabkan kematian.


Selain itu, penting untuk dicatat bahwa beberapa gejala tadi adalah yang paling umum terjadi, merujuk survei dan penelitian para ahli di seluruh dunia. Namun tidak berarti hanya gejala tersebut yang bisa muncul.


Terdapat puluhan gejala yang terkait dengan Covid-19, baik pada saat infeksi maupun yang muncul setelahnya atau yang disebut sebagai Covid berkepanjangan.


Gejalanya antara lain lesi kulit, rambut rontok, kebingungan mental dan kecemasan.


Efek berkepanjangan akibat Covid-19 ini mempengaruhi jutaan pasien di seluruh dunia. Mereka dapat mengalaminya selama beberapa pekan, berbulan-bulan, atau bahkan dalam hitungan tahun.


Flu


Penyakit ini disebabkan virus influenza yang memiliki keluarga besar dengan ratusan mutasi. Inilah alasan mengapa vaksin flu perlu diperbarui dan diberikan setiap tahun.


Flu dapat memicu gejala yang sangat mirip dengan Covid-19, tapi masa inkubasinya biasanya lebih pendek.


Dengan kata lain, gejalanya muncul dengan cepat (seringkali dalam semalam) dan memburuknya kondisi pengidapnya dapat terjadi secara tiba-tiba.


Dalam kasus Covid-19, masa inkubasi berlangsung lebih lama. Organisme dapat memakan waktu hingga lima hari untuk menunjukkan gejala.


Inilah yang menjelaskan apa yang disebut "negatif palsu", yaitu orang yang terinfeksi virus corona, tapi dinyatakan negatif setelah melakukan tes. Selain itu, meski tidak mengalami gejala, seseorang dengan Covid-19 dapat menginfeksi orang lain.


Gejala flu yang paling umum adalah batuk (biasanya kering), demam, sakit kepala, nyeri tubuh, malaise, dan kelelahan.


Flu juga dapat menyebabkan sakit tenggorokan, diare (terutama pada anak-anak), dan hidung meler atau tersumbat.


Kehilangan rasa dan penciuman bukanlah manifestasi umum pada kasus infeksi virus influenza, tidak seperti Covid-19.


Pilek


Pilek disebabkan virus rhinovirus, adenovirus, atau parainfluenza.


Berbeda dengan flu, gejala pilek biasanya ringan dan terjadi secara bertahap.


Sakit tenggorokan, pilek, dan hidung tersumbat adalah beberapa gejala yang paling umum.


Batuk ringan juga dapat memburuk, seperti demam (biasanya rendah), tetapi ini adalah gejala yang jarang terjadi.


Diare, sakit kepala, dan sesak napas juga jarang terjadi pada penderita pilek.


Pilek biasanya membaik dalam beberapa hari.


Hallo Buat Kamu Yang Masih Ragu Buat Mencari Bandar Togel Online Terpercaya Buruan Yakinkan Pilihan Kamu Hanya Di Mandiri Togel Dan Anda hanya Tinggal klik link yang berikut ini www.togelmanto.com Tunggu Kapan Lagi, Buruan Daftar Ya, Salam JP


         

Post Top Ad

Your Ad Spot